"Life is so besautiful..all the deep of poignant is the next happiness, they will be the big power of our life.."

Showing posts with label MAN STORY. Show all posts
Showing posts with label MAN STORY. Show all posts

Sunday, December 9, 2007

RIDWAN

"berapa lama ya gak ketemu??"
"lama banget..hampir setahun?"
"gimana kabarmu?"
"aku baik- baik saja"
"masa..?"
"iya.."
"syukurlah"
"shan"
"iya"
"aku denger kabar gak begitu baik tentangmu"
"Ups..alam memang hebat"
"Maksudmu"
"bisa bawa kabar sampe ke kamu"
"bener gitu rencanamu cere"
"iya kenapa"
"udah dipikirin bener2"
"udah, gak cuma aku yang mikir. semuanya ikut mikir. aku gak mau jadi pikiran banyak orang"
"koq bisa"
"di dunia apa yang gak bisa"
"maksudku..kamu dan dia sepertinya baik2 saja"
"oya....udah pernah liat dalamnya"
"hehehe..iya juga. belum"
"wadahnya baik. dalamnya isi racun yang setiap saat bisa bikin aku atau dia mati"
"kamu koq baik- baik saja. gak sedih. aneh"
"apa setiap kita pny masalah harus nangis dan gak baik2"
"iya...tapi susah khan begitu"
"kata siapa, aku bisa. Gak selalu aku kelihatan kuat koq, kadang aku juga nangis"
"kamu gak berubah"
"Maksudnya"
"kamu gadis yang kuat"
"salah....calon janda yang kuat"
"bangga amat bilang calon janda"
"kenapa emang??"
"biasanya mau jadi janda malah susah"
"aku gak tuh. aku bahagia. aku yakin bisa lebih baik dengan status baruku"
"koq bisa?"
"aku jadi punya tujuan hidup yang jelas. tahu mana yang harus kuperjuangkan"
"baguslah"
"doain aku kuat yah"
"pasti. tapi ntar apa bener kamu kuat"
"maksudnya"
"apa bener kamu gak ingin punya pasangan lagi. kamu masih muda. kamu cantik. kamu cerdas kamu ibu yang baik. kamu istri yang hebat. kamu sahabat yang menyenangkan. apa bisa kamu gak punya pasangan. dari SMP kamu sudah punya pacar. dari SD kamu sudah bikin banyak laki2 naksir?"
"punya pasangan atau tidak bukan tujuanku cere. dikasih pasangan lagi aku juga maunya dari Tuhan. bukan aku nyari2. aku tebar pesona san- sini. gaklah....aku masih punya sahabat. aku punya anak yang manis. punya kelurga yang mencintaiku"
"shan.."
"iya.."
"ehm...aku masih boleh mengaggumimu"
"loh itu hak kamu...laki- laki selalu mengaggumi wanita"
"maksudku..aku sudah pacaran dengan puluhan perempuan. gila juga yah...aku kenal kamu sejak SD. dan...belum ada satupun yang bisa kalahin pesonamu. yang lebih cantik banyak. tapi..."
"itu karena kamu masih terpaku pada satu orang. coba liat lagi perempuan2 di sekitarmu dengan hati. bukan pada ingatan masa lalu. gak ada yang sempurna. coba liat aku. preman begini"
"preman yang cantik dan mengaggumkan banyak laki-laki. aku berani taruhan, pasti banyak laki- laki yang menunggumu"
"ooya....mungkin benar. tapi apa keluarganya siap punya menantu preman kaya aku"
"semua mertua pasti seneng punya menantu kaya kamu"
"oya..yang merokok dan punya tatoo kaya aku??. taruhan, para ibu2 mertua bakalan mikir seribu kali anak laki2nya milih aku. sudah gitu aku punya anak satu"
"kalau ada yang mau perjuangin kamu"
"ya aku bersyukur masih ada laki2 baik"
"kalau itu aku??"
(aku tertawa...)" berarti kamu laki2 baik. tapi sudahlah..dari dulu kita bersahabat. sampai belasan tahun kita masih bisa bareng.terimaksih atas niat baikmu. tapi aku belum berminat"
"aku akan tunggu sampai kamu minat"
"hgh.....maaf aku gak bisa. aku harus fokus pada masalahku dulu. fokus pada hidupku. pada masadepan anakku."
"aku juga mau rawat anakmu dengan baik"
"terimakasih.simpan niat baikmu untuk gadis lain. ingat. aku gak gadis lagi loh..."
"gak penting..shan, aku akan tunggu"
"dasar 19 april...keras kepala. kalau sudah mau semangat terus.."
"gak boleh gitu"
"ya boleh..aku gak berhak larang.hak kamu"
"ya shan, kasih aku kesempatan"
"hai...biarkan aku selesaikan masalahku dulu. aku sudah nyaman jadi sahabatmu. aku gak ingin lebih. nanti malah kenapa2"
"oke...tapi aku akan tunggu"
"dasar aries.."

tututututut............
sender
+62813XXXXX
sori pulsaku habis....aku hargai keputusanmu, dan prinsipmu. kamu memang pantas untuk dikagumi banyak laki- laki. semoga aku jadi yang beruntung"

Aku senyum- senyum. Laki- laki.....ini memang gak pantang menyerah.

recipient
0813XXX
"maturnuwun yo....serahin semua pada Tuhan. Aku hargai kekagumanmu. Namun aku bener2 gak bisa lebih dari sekedar sahabat denganmu. semua antara kita sudah baik dan indah. jangan dirusak ya hanya karena keinginanmu. doakan saja aku kuat, dan tetap jadi sahabat yang mengaggumkan bagimu. aku tak makan dulu..ok??"

BODAN

umurnya 2 tahun di bawahku. dia orang terakhir yang mengajakku bicara selama beberapa bulan kami ikut kursus bersama. diam, tak banyak bicara. pemalu. dan sesekali aku tangkap dia memperhatikanku diam- diam.

Februari 2007,
tiba- tiba dia jadi super perhatian, kami satu kelompok diskusi akhirnya. mungkin itu yang mebuatnya mau bicara padaku, terpaksa, barangkali itu lasan paling tepat. entah mengapa, dia jadi aneh. dia selalu menungguiku setiap aku duduk di runag tunggu, ketika suamiku belum datang jemput.dia jadi sering kirim sms, sekedar nanya kabar, dan atau tanya dimana toko keramik ketika ia antar ibunya belanja. dia anak tunggal. dan tiba- tiba kami jadi dekat.

awalnya aku sempat khawatir, ada apa dengan dia. lama- lama aku bisa bikin dia yang ikuti mauku. dan dia setuju hubungan kami hanya sebatas sahabat. aku harus tegas. banyak pria yang meminta lebih. dan aku sangat tidak nyaman dengan kondisi ini. kukatakan itu padanya. jika memang mau bersamaku selalu. harus hormati keputusanku. ternyata dia setuju.

dia bercerita banyak tentang gadisnya yang tinggal jauh di papua. tentang kerinduannya. tentang kebimbangannya. tentang keraguannya. aku bersyukur dia masih punya niat jadi laki- laki setia. dari sekedar bicara, dia jadi ketagihan minta aku baca tarotnya. aku tahu dia sedang rindu. sangat rindu. dan aku tahu dia bimbang.

dia bicara banyak tentang kekagumannya padaku. tentang kesetiaan yang tak selalu semua wanita punya. apalagi jika dia cantik dan banyak diminati laki- laki. aku hanya bilang, percayalah pada gadis itu jika kamu mencintainya.hanya itu saja.

November 2007,
kami terpisah jarak. dia bekerja di kota lain. dan hanya datang ke jogja tiap akhir pekan. setiap akhir pekan dia tak pernah hubungi aku. ada yang kurang katanya. barusan juga . dia telphon aku sekitar jam 12an. dia tanya mengapa aku pulang kampung. ada yang kurang katanya. aku tertawa kecil. aku minta dia belajar untuk tak tergantung padaku. aku bilang. dia laki- laki dewasa. aku minta dia cari teman. dia bilang teman banyak, tapi selalu kurang jika tak ada aku.

Bo'
sekarang kamu harus belajar mandiri. tak selalu harus tergantung padaku. aku tahu kamu hanya butuh teman bicara. terimaksih kamu mendengarkan aku selama ini. mendukung semua keputusanku. menghormatiku. dengan sangat baik. ingat, aku bukan guru spiritualmu. aku manusia biasa. cobalah belajar melihat keluar. jadilah sumber cinta bagi yang lain . dan kamu akan terkagum- kagum. kamu tak akan pernah merasa sendirian.

terimakasih, kamu menghormati keputusanku. semoga dia memang layak kuperjuangkan. aku kuat juga karena kamu mendukungku. tahun depan kamu genap setahun dengan gadismu. ingat, jarak tak berarti harus membuahkan keraguan. kadang jarak dcipta Tuhan untuk mematangkan hubunganmu. memberimu pelajaran tentang kesabaran.kesetiaan. pengorbanan. dan kecerdasan.

Bo'
kamu mesti cerdas agar gadismu selalu nyaman bersamamu. kamu bisa terus berpikir bagaimana kamu memberinya banyak sentuhan dan kesan. meskipun secara fisik kalian tak bisa selalu bersama. perempuan tak selalu harus dimanjakan dengan uang. aku yakin kamu bisa. sudah resiko memang. memacari perempuan dengan banyak pengaggum. kalau kamu hanya terus berkutat pada perasaan cemburu.lama-lama gadismu akan pergi. selalu ganti perasaan cemburumu dengan sesuatu yang membuatnya tak bisa lupa. kamu bisa memberikan sesuatu yang tak bisa ia dapat dari laki- laki lain.perhatian. pengertian. dan kesetiaan. dengarkan keresahannya, tenangkan dia dengan niat baikmu.

terimakasih. sampai hari ini kamu jadi sahabat baik untukku. kita sama- sama belajar ya. hidup ini keras dan penuh tantangan. jangan pernah menyerah. kita bisa merubah takdir dengan kemauan. bekerjalah dengan baik. aku yakin kamu bisa.tuhan berkati.

Saturday, November 17, 2007

UNTUK DANANG

aku masih sembab, habis menangis. aku baru saja bicara banyak dengan laki- laki yang sampai hari ini mengakuiku sebagai istrinya, meskipun aku tak lagi mengakuinya sebagai suami. Laki- laki itu sekarang adalah sahabatku.

Danang, teman lamaku, semasa SMP. Beberapa minggu terakhir juga sedang mengalami hal yang sama mungkin, dengan yang aku alami. Sigh....aku menggumam kesal entah pada siapa. Tapi mengapa aku juga tak tau, semua sahabat dekatku seperti dikutuk Tuhan. Kami, aku, daniel, danang, reta, muly, dan indah, semua korban keadaan, dan cinta. Sigh....aku menggumam kesal...kesal protes tapi semuanya sudah terjadi. Inboxku 117, penuh dengan curhat teman- teman.

Puff....aku memang kelihatan seperti super woman yang kuat dan hepi...hepi..selalu..wanita yang asyik dan teman bicara yang menyenangkan bicara tentang apa saja. Sesungguhnya aku sendiri juga sedang ancur- ancuran, meskipun terlihat kuat. Puisi dari gadis itu...isinya demikian


Selamat datang asa...walau lama kucoba mengingkarinya
namun tak kuasa kubendung hadirmu
aku mengerti sekarang...engkau yang membuatku takut
takut kehilangan ....namun penuh kerinduan
sehingga aku nampak begitu lelah....
setiap kali kurasakan hadirmu
akh....engkau hadir begitu dalam menghujam
di jiwa dan kehidupanku...bahkan di setiap halaman lembar demi lembar sejarah hidupku
meski engkau datang secara tiba - tiba....sesaat....dan sekejap
karena engkau tidak dukur dalam satuan waktu
tetapi dalam pusaran medan magnet yang tak tampak
ia tak terlihat....tapi begitu nyata tuk dirasa
selamat datang asa...engkau mampu membuatku merekatkan kembali
cermin retak yang tersimpan di almari tua
kini ia lusuh dan penuh debu...dan kucoba tuk ditiup - tiup biar tampak
dengan harap ada sebias wajah yang kan menghiasi
dalam bayang....dalam angan....dan dalam harapan....
tapi bukan dalam lamunan melainkan kesungguhanTuhan...
ampuni aku yang telah mencoba ingkari
titik api yang pernah menghampiri
karena aku takut menjadi kobaran yang melukai hati
tapi aku manusia juga....yang punya hasrat dan nurani....
meski kadang salah melangkah....tapi...
alhamdulillah aku selalu segera tersadar....
dan segera meluruskan arah tuk melangkah
yaa Robbana...bimbinglah setiap langkahku...
Tuhan ....aku syukuri karunia-MU kini
terbitnya cinta dalam jiwa dan sanubari
semua tidak aku sesali
kecuali ketiadaan mempersembahkan sesuatu
hingga dia bisa berbangga diri
aku hanya punya keinginan...niat dan cita - cita
tuk membuat ia bahagia....
tapi aku manusia sederhana yang tak punya apa - apa...
masih adakah sebongkah "cinta yang sederhana "????
Tuhan....Engkau Maha Tahu
getar kalbu dan jerit sanubari
kupasrahkan semua kepada Kehendak-Mu
bisikkan rasa rinduku padanya.....agar ia tahu bahwa aku selalu merindukannya
tapi....jika ia ingin tetap pergi....biarlah ia pergi dengan segudang harapan dan lamunan
jika memang itu yang sesungguhnya ia kehendaki
kulepas ia dengan doaku
dan berharap ia ingat jalan kembali
dan berharap ia tahu di sinilah aku selalu menantiaku manusia biasa....
yang hanya bisa berusaha dan berusaha....
tuk coba yakinkan diri...kemana harus kulangkahkan kaki...???
namun...bila engkau sungguh ingin lupakan aku
kuharap jangan campakan sebongkah hati.......
yang telah aku tautkan dibidukmu
bawalah dia pergi sekehendakmu
tuk menelusuri setiap penggalan waktu..tanpa mengusikmu...
semampuku....semoga kau temukan harapan mimpimu

Danang sahabatku,

kadang aku juga berpikir cinta itu benda macam apa. Kata Tuhan cinta itu indah, membahagiakan, melegakan, meringankan hidup kita, mendamaikan. Tapi lihatlah..kita, aku kamu dan yang lainnya semua hancur karena cinta. Tuhan menciptakan kita sama, bahkan kalau aku boleh sombong, kita berlima adalah kumpulan manusia pemuja cinta dan kesetiaan, manusia yang berjuang untuk membahagiakan orang- orang yang kita cinta dengan ketulusan dan pengorbanan yang besar. Tapi mengapa Tuhan justru mengutuk kita dengan kondisi yang begini.

Sekedar penguatan, kita masih menjadi dan memiliki satu sama lain. Kapan saja kita bisa saling mencintai dengan indah, dengan sederhana, tanpa harus diberatkan dengan status, pacar, suami atau istri. Kita masih terus bisa saling berbagi kasih dan penguatan. Aku juga sedang jatuh, kamu, daniel, indah, mungkin juga reta dan muly. Tapi bersama kita kuat. Aku menyayangimu seumur hidupku sebagai sahabat sejatiku. Teruslah berjuang, bebaskan dirimu menjadi pecinta sejati , dengan cinta yang sederhana, seperti Tuhan mencintai kita, yang tak pernah berharap apapun, kecuali hanya untuk membahagiakan.

Wednesday, November 14, 2007

MERELAKAN

Merelakan tidak berarti melupakan, tidak memikirkan, atau tidak mengacuhkan
Ia tidak meninggalkan perasaan marah, cemburu ataupun sesal
Merelakan tidak berarti menang dan tidak pula kalah
Ia bukan tentang harga diri dan bukan juga tentang kesan yang ditimbulkan
Dan ia tidak terobsesi ataupun tenggelam dalam masa lalu
Merelakan bukan berarti membendung kenangan atau memikirkan hal-hal sedih
Ia tidak meninggalkan kekosongan, sakit hati atau kesedihan
Ia tidak berarti menyerah atau pun mundur pasrah
Merelakan tidak sama dengan kehilangan dan jelas bukan kekalahan
Merelakan berarti bisa menyimpan kenangan, tapi bisa juga mengatasinya dan melanjutkan kehidupan
Berpikiran terbuka dan yakin akan masa depan
Merelakan berarti menerima, belajar menarik pengalaman dan terus tumbuh
Merelakan berarti merasa bersyukur atas segala pengalaman yang membuatmu tertawa, menangis dan berkembangIa berkaitan dengan segala yang kaumiliki saat ini, di masa lalu dan yang akan segera kau miliki lagi kelak
Merelakan berarti mempunyai keberanian untuk menerima perubahan dan kekuatan untuk terus berjalan
Merelakan berarti menuju kedewasaan
Menyadari bahwa kadang kala hati ini bisa menjadi obat paling ampuh
Merelakan berarti membuka pintu, membersihkan jalan, dan membebaskan diri sendiri


thanks untuk sahabat masalaluku, kamu datang di saat tepat. menguatkanku. semoga kamu kuat dengan hidupmu. aku percaya kamu kuat.

ARTI PENANTIAN

di ujung sebuah lorong penantian
berdiri sesosok jiwa yang mengembara
tuk melihat akhir sebuah pencarian
di balik belukar kehampaania
sadari sebuah kenyataan
dengan dua kemungkinan
..ya atau tidak....
maju atau mundur....
namun manusia tidak pernah jemu menanti
menanti sebuah jawaban atas sejuta kegundahan
kesetiaan dalam penantian tidak bisa diukur oleh berbagai satuan
mungkin ada orang yang mencemoohkannya...
mungkin ada orang yang mempergunjingkannya...
mungkin ada orang yang menyesalkannya....
sebagai sebuah tindakan bodoh yang tak masuk akal....
tapi kesetiaan bagi seorang pecinta
memiliki nilai - nilai luhur yang tak bisa diukur
memiliki nilai - nilai moral tanpa bataskalaupun
memetik seputik kekecewaan
justru disanalah kan ditemukan sebuah nilai kesungguhan

dear...tidak semua insan di lahirkan dengan kesempurnaan
tidak semua orang bisa menghirup kemegahan
meskipun ia telah berusaha sekuat tenaga
karena ada yang lebih berhak memberi keberkahan dan kebahagiaan
termasuk kesucian dan kemuliaan...
Dia lah...Tuhan Yang Serba MahaMaha Mulia dan Maha Pemurah serta Maha Penyayang
ada keimanan setipis kulit bawang
ada keimanan yang setebal bunker beton keteguhandan disini...
aku bermunajat...dan bermunajat....untukmu yang kusayang
agar kita bisa teguh menanti sekokoh karang lautan
agar kita bisa saling menyayang di sepanjang zaman
agar kita bisa menanti di tebing keabadian


thanks bro...mau susah payah nulis puisi ini

Tuesday, October 23, 2007

MBAK..

"mbak..."
"iya kenapa"
"aku sedang bimbang mbak"
"kenapa??"
"ketakutanku dengan dia mbak?"
"mengapa"
"keluarganya terlalu berat, terutama ibunya"
"tapi gadismu hebat, dia memperjuangkanmu"
"Iya mbak, aku tahu"
"kalau kau mencintainya hargailah dia"
"aku ingin.."
"jangan cuma ingin, tapi wujudkan"
"aku mau mbak"
"selesaikan kuliahmu"
"aku dah gak kuliah"
"oo..sori. kalau begitu carilah kerja"
"iya aku maunya begitu"
"jangan cuma mau, kejar, wujudkan. mulai menabung untuknya"
"iya.."
"dia sangat menyayangimu. sekarangpun dia jauh karena ingin semua menjadi nyata"
"maksudnya??"
"mimpinya tentang hidupnya, tentang keputusannya berbeda dari patern yang ada dalam keluarganya, tentang tanggungjawabnya memiliki hubungan denganmu, meski dia wanita"
"dia sering kubuat menangis"
"oya.."
"aku kangen dia tertawa- tawa, aku sangat ingin melihatnya bahagia"
"dia perempuan hebat, sangat hebat"
"aku tahu mbak"
"kamu beruntung mendapatkannya. dia juga, karena kamu melihatnya dengan hati bukan mata telanjang sperti orang lain"
"itu yang kadang juga bikin aku sedih...cara orang lain melihatnya"
"makanya saatnya kamu bahagiakan dia"
"iya mbak"
"dia sangat menyayangimu"
"benarkah??"
"saat aku bicara dengannya terakhir. dia bilang sekarang dia meraskan rindu ketika jauh darimu..dia merasakan pentingnya kehadiranmu..namun dia menenangkan dirinya, ini bagian dari perjuangannya bersamamu"
"masa mbak"
"sungguh aku tak boong. makanya aku bilang..kamu juga harus berusaha begitu yah"
"thanks ya mba..aku juga sangat mencintainya sungguh mbak.doakan aku bisa membahagiakannya mbak"
"ok..sudah pagi aku tidur dulu yah"
"nice chat withh you"


dedicacated for I di global

Monday, October 22, 2007

MONSTER

Damar Pramono terpaku. Tatapannya menerawang malam. Mencoba menempuh jarak dan menjenguk suatu lelah di ujung lautan.

“Nanti aku pulang, kuceritakan semuanya.”

Damar Pramono menatap peti itu. Di dalamnya terkubur semua cerita.

“Mungkin ada baiknya mulai kuurai satu demi satu.”

Diusapnya debu yang menyelimuti peti itu. Gemboknya yang karatan masih setia melindungi isinya.

“Sekar, inilah ceritaku…”

Damar Pramono. Terlahir gemuk dan sehat. Tiga setengah kilo, hampir merenggut nyawa ibunya. Ibunya selamat tapi menderita wasir sejak melahirkannya. Permulaan yang sudah tidak bagus.

Sejak kecil tidak punya teman bermain. Karena tidak ada teman sebaya dan selalu ikut kakaknya, selalu jadi pupuk bawang. Artinya jangan terlalu dianggap serius kalau main, jangan dipersulit, jangan dianggap.

Bapaknya pengusaha. Karyawannya banyak. Ibunya buka toko kelontong. Pembelinya banyak.

Bapaknya pendiam. Ibunya yang banyak bicara. Bapaknya tidak pernah marah. Ibunya galak & ringan tangannya. Apalagi kalau mereka tidak mau tidur siang. Bapaknya pemalu. Ibunya sangat outgoing.

Kata orang bapaknya juragan dan dia beruntung.

Keluarganya pindah ke tempat baru supaya lebih dekat ke sekolah Damar dan kakaknya. Ibunya menutup toko kelontongnya. Ada selamatan di rumah barunya. Tetangga di desa lama dan desa baru diundang. Semuanya terlihat sempurna dan menyenangkan.

Di belakang rumah barunya, tetangganya ada yang jual bubur ayam tiap pagi. Mereka sering beli sarapan di situ. Di situlah Damar bertemu dengan sang monster.

Namanya Wahyu. Damar waktu itu masih kelas 2 SD. Wahyu sudah SMA. Badannya agak besar tapi perangainya agak lemah lembut.

Damar dan kakaknya sering main ke rumah Wahyu karena banyak anak2 main di daerah itu dan tempat itu tempat tetangga kadang kumpul di sore hari untuk ngobrol dan menebar gossip.

Siang itu kakaknya sibuk main dengan teman2nya. Di tempat baru Damar masih menjadi pupuk bawang karena lagi tidak ada teman sebaya yang bisa dia ajak main.

Damar mencari kakaknya. Dia pikir kakaknya bermain di dekat rumah Wahyu.

Lewat jendela kamarnya Wahyu bertanya, “Cari masmu ya?”

“Iya mas”

“Masmu tadi sama anak-anak pergi sepedaan ke desa sebelah. Kamu ngga ikut?”

“Aku ngga diajak mas”
“Kasihan banget sih kamu. Eh sini deh”

“Ada apa mas?”

“Sini”

Damar berjalan mendekati jendela kamar Wahyu. Kamarnya berada di samping rumah dan siang itu agak sepi.

“Kamu suka baca?”

“Suka mas”

“Aku punya komik lama. Si buta dari gua hantu. Mau lihat?”

“Wah mau mas.”

“Ya udah sini. Kamu bisa baca di sini sambil nunggu masmu.”

Damar masuk ke kamar Wahyu dan senang melihat koleksi komiknya. Damar mulai asik memilih komik yang ingin dibacanya sedangkan Wahyu asik belajar.

Damar semakin sering ke tempat Wahyu karena kakaknya jarang mengajaknya main dengan teman2nya.

Suatu siang saat Damar sedang membaca, Wahyu bertanya “Kamu suka nonton film?”

“Suka mas. Dulu bapak ibuku sering ngajak aku dan masku ke Solo untuk nonton film. Tapi sekarang jarang.”

Wahyu mendekat dan tangannya menyentuh paha Damar. Damar merasa geli tapi cuek membaca.

“Kapan-kapan nanti takajak nonton deh. Kasihan kamu ngga pernah diajak main sama masmu.”

“Makasih mas.”

Tangan Wahyu mulai meraba2 paha Damar. Damar semakin geli, tapi dipikirnya Wahyu hanya main2 saja.

Di lain hari…

“Kamu suka film apa?”

Tangan Wahyu semakin sering mengelus2 paha Damar.

“Aku suka Rambo dan Jackie Chan, Mas. Seru.”

“Ya wis. Nanti kalau ada film Jackie Chan baru takajak nonton”

Tangan Wahyu kini naik ke pangkal paha Damar dan menyentuh kemaluannya .

“Mas saru lho.”

“Kalau cah lanang dengan cah lanang itu ngga saru. Kalau cah lanang dengan cah wedok itu baru saru.”

“Masak iya?”

“Iya. Kalau kamu ngga suka ya sudah, nanti ngga jadi nonton deh.”

“Loh kan udah janji mas”

“Asal kamu ngga bilang siapa2.”

Damar bingung.

“Iya deh…”

Di rumah Damar ingin bertanya ibunya. Ibunya sedang sibuk masak untuk karyawan dengan beberapa pembantu.

“Bu…”

Ibunya masih sibuk dengan masakan2nya.

“Bu..”

“Apa? Ini ibu lagi sibuk lho. Mbok kamu main sana. Ini sebentar jam makan siang. Nanti kalo telat kasihan karyawane Bapak. Sudah main sana. Kalo masmu main sendiri, kamu main ke rumah mas Wahyu sana.”

“Aku mau tanya…”

“Bocah kok dikandhani ngeyel. Ibu sedang sibuk masak. Tanyanya nanti kan bisa. Main dulu sana.”

Kalau ibunya sudah galak, Damar tidak berani. Takut tangan ibunya melayang. Pertanyaannya terkubur dan tidak pernah ditanyakan. Sampai sekarang.

Damar ingin tanya apakah yang dikatakan Wahyu benar. Tapi Wahyu punya banyak komik dan mau mengajaknya nonton film. Paling tidak dia lebih peduli daripada kakaknya.

Damar bingung…

Suatu siang, Damar ingin ikut kakaknya main.

“Mas Herman, kamu mau main ke mana?”

“Wis cah cilik jangan ikut. Aku mau main bola dengan anak2 desa tetangga.”

“Aku ikut mas”

“Bu, ini lho Damar mau ikut2.”

“Mbok ya sekali2 adikmu diajak to”

“Aku ngga mau digrontheli pupuk bawang”

“Kamu itu yo kebangeten. Sudah Damar, kamu main ke tempat mas Wahyu saja. Ibu juga gampang kalau mau cari kamu. Biarkan, masmu memang njelehi.”

“Aku mau ikut nonton bola”

“Bu aku ngga mau dia ikut”

“Sudahlah Damar. Ayo ibu antar ke rumah mas Wahyu. Ibu mau ngobrol2 dengan ibunya.”

Damar diantar ke rumah Wahyu yang menyambutnya dengan senang
“Wah tumben si Damar diantar ibunya. Takut ke sini sendiri atau lagi manja?”

“Ini lho mas, kakange punya acara sendiri dan ngga mau digontheli. Biar main di sini ya mas. Ngomong2 Ibu ada?”

“Oh ya ngga papa Bulik. Damar bisa main di sini kapan saja. Ibu sedang di dapur, masuk aja Bulik. Ayo sini Damar, mas Wahyu baru beli komik baru. Kamu mau liat?”

Wahyu mulai berani dan setiap Damar main ke rumahnya, tangannya selalu meraih kemaluan Damar. Semuanya dilakukan di kamar Wahyu. Tidak ada yang curiga, tidak ada yang bertanya, tidak ada yg tiba2 masuk ke kamar Wahyu.

Suatu saat Wahyu meraih tangan kecil Damar dan meletakkannya di celana Wahyu. Damar tambah bingung Wahyu mau apa. Kakaknya tidak pernah main beginian dengannya. Atau mungkin karena kakaknya merasa dia hanya pupuk bawang dan tidak mau dia ikut main beginian dengan teman2nya.

Wahyu selalu punya komik baru. Damar suka membaca. Karena itu pelariannya. Hanya saja Wahyu selalu mau main kemaluan kalau Damar sedang membaca. Kadang Damar tidak tahu kenapa harus selalu main itu.

Wahyu memegang tangan Damar dan membawa tangan kecilnya masuk ke celana Wahyu dan mengusapkan tangan kecil itu di kemaluan Wahyu hingga kemaluan Wahyu membesar dan menegang. Tangan Damar dibiarkan di situ dan tangannya berpindah mencari kemaluan Damar.

Jika Wahyu mengajak Damar nonton film di bioskop, hal yang sama terjadi. Malah lebih lama. Sejak lampu dipadamkan sampai film selesai.

Jika hari hujan dan mereka harus memakai mantol hujan, tangan Damar dituntun memegang penis Wahyu karena di balik mantol hujan itu, tidak akan terlihat orang-orang di jalan. Di dalamnya ada seonggok kemurnian yang tercabik.

Sekar,

Kamulah manusia pertama yang kubagi cerita ini.

Kejadian-kejadian itu sudah bertahun-tahun yang lalu. Tapi masih kuingat jelas fragmen2 kejadian itu. Tangannya. Pahaku. Penisnya.

Tanganku bergetar menulis semua ini.

Aku ingin marah.

Kenapa aku tidak berani bertanya waktu itu.
Kenapa aku tidak berani menolak tangannya.
Kenapa ibuku tidak merasa apa2 dan malah sering membawaku ke rumahnya.
Kenapa kakakku harus egois dan tidak pernah mengajakku bermain dengannya.
Kenapa saat aku sudah bisa melepaskan diri darinya dan ketika adikku beranjak besar aku tidak bilang ke ibuku. Adikku mungkin bisa menjadi korban juga. Anak2 yang lain juga. Tapi aku tidak berbuat apa2.
Kenapa aku begitu pengecut dan tidak berani melabraknya hingga sampai saat ini meskipun dia masih tinggal di rumah yang sama – menganggur sekian lamanya.


thanks for someone yang udah baik hati kirim cerita ini ke aku.

Wednesday, October 17, 2007

OH..No..


Pagi ini, aku membunuh sepi di warnet kecil tak jauh dari rumah. Beberapa berondong muda memcah sepiku. Tinggal aku yang masih asyik dengan duniaku. Mereka duduk- duduk tertawa..dan sampai aku penasaran karena mereka mendadak sunyi.

Sayup aku dengar beberapa tertawa cekikikan. Dan Oh No...aku mendengar desahan nikmat laki- laki. Sungguh aku ingin pulang, tapi bagaimana mungkin melewati mereka. Aku pikir mereka sedang asyik masyuk dengan wanita. Jadi tak mungkin aku lewati mereka.

Aku...mencuri dengar..dan aku tertawa sendiri dalam hati. BAgimana tidak, desahan nikmat itu bukan karena lubang wanita. Tapi penis masuk vacum cleaner. Mereka bilang enak juga, asal gak kenceng- kenceng. Aku jadi tetawa geli. Gara- gara lebaran, gak ada pacar vacum cleanerpun bisa jadi lobang nikmat.

Wednesday, October 10, 2007

TOMMY

"mam..pokoknya malam ini aku harus ketemu kamu"
Setelah aku merayu suamiku akhirnya aku dapat ijin juga pergi ke coffeshop malam ini. Aku janjian dengan Tommy, pemuda brondong, 22 tahun, ganteng , tinggi, modis dan yang pasti aku tak bisa menolaknya karena ia teman bicara yang menyenangkan.
"mam...aku dah nyampe, jadi khan??"
Tommy sms lagi padaku. Padahal aku sudah sampai tempat parkir. Suamiku cuma drop aku, dia pulang ke rumah dan membiarkan aku sendiri bertemu Tommy. Tepat jam 9 malam, sesuai rencana.Sebuah ciuman di kedua pipiku dari Tommy. Dia tampak girang melihatku. Semua orang melihat kami. Peduli amat, yang penting aku sudah ijin suamiku. Dan rupanya, bukan hanya Tommy, ada temanku lainnya, semuanya pria- pria muda yang umurnya baru 22 sd 24 tahun, Noel, Paul, Edo dan ups...ada satu wajah yang aku belum tahu namanya.
Tommy membisikan sesuatu padaku....
"mam..yang itu kecengan aku..gimana??"
Aku menatap pemuda itu. Wajahnya lebih ganteng dari Tommy, tubuhnya lebih berisi, pemuda itu sangat laki- laki. Beda dengan Tommy. Pemuda itu sangat cool, sementara Tommy super heboh. Tommy mengenalkannya padaku
"Mam..ini Andre..dia dari jakarta"
Aku mengulurkan tanganku, memberinya senyum. Pemuda itu menyambutku dengan senyum, dan kecupan di pipi kanan kiriku. Hgh...beruntungnya aku, meskipun aku sudah ibu- ibu namun mereka, pria- pria ini masih tertarik mengundangku bergabung.
Kami mulai ngobrol, seputar dunia entertaiment tentu saja. Aku, ketemu dengan pria- pria itu dari sana juga. Tommy mulai cerita banyak tentang casting- castingnya, tentang sinetron- sinetronnya. Sesekali kulihat Tommy melirik pada Andre. Dan kemudian, mengerlingkan mata padaku. Aku tahu, Tommy suka pemuda itu. Kelihatan dari raut wajahnya.
Kuambil kartu tarotku, mereka memintaku meramal. Suasana jadi cair, karena kami saling mencela hasil ramalan itu. Noel, mulai bicara tentang empat gadis yang sedang diincarnya, Paul cerita tentang kuliahnya, tentang masadepannya,Edo hanya senyum- senyum, dia tidak punya cukup nyali untuk kuramal.
Andre, pria itu dia memintaku meramalnya. Tommy mencegahnya. kemudian dia menggelayut manja pada Andre. Kami tertawa melihatnya. Entahlah..aku bahagia melihat mereka. Meskipun aku tahu banyak orang melihat mereka dengan pandangan aneh.
Tommy...membisikiku sesuatu..
"mam...aku ingin berciuman dengan Andre..."
Aku menatapnya, mengangkat bahuku, membuka telapak tanganku. Aku tersenyum padanya.Mengerlingkan mataku pada Tommy...dan..
Tommy tahu maksudku, ia bergegas mengambil selembar koran di atas meja.Membentangkan halamnnya..dan pura- pura sibuk membacanya. Kudekati Andre kubisikan sesuatu...
"Tommy..wanna kiss your lip babe..."
Dia menatapaku, sambil senyum- senyum malu. Tubuhnya beringsut bergeser mendekati Tommy. Kedua wajah mereka terbenam oleh lembaran koran itu. Aku, Paul dan Edo, kami tertawa senang, meskipun kami deg- degan juga bagaimana jika ketahuan.Kami mendengar sayup- sayup irama bibir bertemu bibir..
Bibir Tommy dan Andre....



Friday, October 5, 2007

Aku mengenalnya sejak usiaku masih sepuluh tahun, jadi 17 tahun kami bersahabat. Laki- laki, sahabat sejatiku. Dia punya sesuatu yang menurut aku layak dikagumi sebagai sosok laki- laki. Pilihan yang kurang begitu populer di kalangan para pria, membiarkan diri tanpa pacar di usianya yang hampir 28 tahun. Idealisme, tentang kesetiaan, tentang hubungan berkomitmen, membuat dia memutuskan tak memilih satupun perempuan untuk mendampinginya.

Kamu hanya tak mau salah pilih. Aku pikir wajar, karena kamu terlihat begitu sempurna, jika tak memandang fisikmu. Bagi kebanyakan perempuan biasa ( yang tak biasa melihat sampai ke dalam ) mungkin kamu sama sekali tidak ada poin untuk dipacari. Kamu tidak ganteng, tidak juga putih, gayamu cuek. Namun sebagai sahabat yang sangat mengenalmu, kamu pria yang sangat menarik, dan layak dijadikan suami. Kamu cerdas, punya wawasan dan prinsip hidup yang ideal serta kuat, kamu low profille, apdahal aku sangat tahu dibalik sikap tenangmu kamu menyimpan banyak kelebihan, yang tak dimiliki pria- pria lain yang lebih ganteng darimu.

Kalau kemarin kita tidak ketemu, setelah hampir 2 tahun lost contact, mungkin aku tak akan pernah menuliskan kisah paling unik yang pernah kutemui dalam blog ini. Menurutku kamu layak mendapatkannya. Meskipun, kata orang banyak kamu pria beruntung. Tapi, menururtku, kamu pria yang memang layak diperlakukan begitu.

sejak Januari, gadis itu mengejarmu. Sebuah perkenalan maya, via sms, membuat kisah unik yang berjalan hampir 10 bulan lamanya. entah darimana gadis itu tahu semua tentang kamu, yang penting, sebagai teman perempuan, aku ikut bangga kamu dikejar perempuan. Gadis yang tak pernah kamu lihat, gadis yang sangat misterius, sekaligus penuh kelebihan. Gadis yang punya segalanya. Dan kehidupan yang semuanya mudah, menjadi begitu penuh tantangan begitu mengenalmu. Kalau pria lain yang mengejar, sekarang gadis itu yang mengejarmu. dan gadis itu bukan siapa- siapamu, dan juga bukan biasa- biasa.

Bagaimana kukatakan dia gadis biasa, jika sejak Januari, entah berapa puluh juta dia habiskan hanya untuk menghubungi setiap hari lewat ponsel. Perbincangan yang durasinya juga bukan biasa- biasa, kamu bilang kalian betah ngobrol 5 jam setiap hari. Belum lagi, jika ketika gadis itu menelphonmu, sementara kamu sedang asyik bicara dengan temanmu lainnya, gadis itu bahkan rela mendengarkan sepanjang apapun kamu ngobrol, tanpa harus tutup telphon.

Dia bahkan menawarimu pilihan menarik, terbang ke singapura menemaninya, atau kamu singgah beberapa malam di rumahnya. Dan aku kaget, setelah aku dapat informasi, rumah tinggal gadis itu adalah lokasi perumahan elite, harga termurah di komplek itu 2 milyar rupiah. wow...dan komplek tempat dia main basket, ternyata adalah komplek kementerian. Entah dia anak siapa, namun, jika dari E90 yang ia pakai untuk menelphon, dan merekam semua pembacaraanmu dengannya, yang pasti dia memang bukan gadis biasa- biasa.

Aku bukan perempuan bodoh, dan gaptek. Jika dia bisa melihat id caller dari yang menghubunginya, sementara aku telah aktifkan hidden number, artinya gadis itu punya sejumlah uang yang jumlahnya sangat banyak, untuk meminta operator seluller mengaktifkan anti clirnya. Belum lagi, dia selalu tahu kamu di mana, hanya dengan modal nomor hanpdhone, jelas, gadis itu sangat mengerti teknologi, dan punya uang lebih atau barangkali akses istimewa, untuk mendapat fasilitas yang hanya bisa didaptkan oleh lembaga tertentu.

Hgh....padahal, dia gadis yang sangat istimewa, dia gadis multi talent, dan pasti cantik, serta kaya. Dan kamu layak untuk dikejar- kejar gadis itu, karena kamu pria unik dan pantas. Hanya saja, kenapa tak kamu manfaatkan saja tawaran gadis itu untuk ketemu?? Gak ada ruginya kamu tahu siapa dia, benarkah dia pemilik mobil- mobil mewah..dan gadis yang cantik, sekaligus banyak dikagumi laki- laki, karena faktor buntut menarik dibalik embel- embel cantiknya.

Semoga misteri ini cepat terjawab. dan semoga gadis itu memang layak untuk pria seistimewa kamu.

Monday, October 1, 2007

Ups..

Well leganya aku, mendengarmu bisa dekat juga dengan gadis itu. Oh..beruntungnya kamu. Tapi kamu seperti galau, tanpa kamu harus bilangpun aku tau. Selama ini kita selalu begitu. Dan aku mulai mencari tau mengapa kamu mendadak galau. Secepat itukah??

Kamu memang tak berubah. Laki- laki baik, bukan bejat seperti kebanyakan. Cinta, dalam logika hubungan romantis, adalah sesuatu yang menguras energimu. KAmu terus berpikir jangan sampai salah meletakan hubungan itu pada siapa. Perempuan yang bagaimana. Yang pasti kriteriamu bukan hanya satu.Perempuan jujur, setia dan bijak memandang dan membina hubungan itu.Aku tahu seleramu.

Aku sahabatmu. Tak suka jika kamu jadi orang ketiga.Kenapa aku bilang begitu?? Karena kamu tak akan cari orang ketiga. Meskipun bagaimanapun kamu susah payah melakukannya, tapi kamu tak pernah cari orang ketiga. Itu yang membedakan kamu dengan laki- laki lainnya. Kamu juga bahkan tak cari sex, hanya karena kamu sedang tidak punya pacar. Bahkan ada pacarpun, sex hanya kamu lakukan jika hati sudah bisa jujur, ikhlas dan menghargai hubungan sex itu sendiri. Bukan sekedar pembebasan libido, tapi sebuah ekpsresi dan komunikasi afeksi. Kalaupun akhirnya gadis kacamata itu tak lagi pacarmu, tapi bukan kamu yang mau. Dia yang mengkhianati.

Bagaimana gadis baru itu?? Semoga saja dia wanita setia dan jujur. Aku tak tahu bagaimana kamu akan sakit lagi. Entah perasaanku, semoga tidak. Aku hanya tidak mau kamu terjebak dalam perasaanmu sendiri. Kamu mengagguminya.Bahkan mungkin mulai jatuh cinta padanya. aku hanya ingatkan hati- hati dengan perasaanmu sendiri. Ada frame yang harus kamu patuhi. Dia sudah punya pacar. Aku tahu kamu bukan laki- laki nekat. Kamu laki- laki yang sangat menghargai sebuah kebahagiaan orang lain. Kebahagiaan gadis itu dengan pacarnya. Bayangkan sudah 5 tahun.

Aku membacamu dari jauh, gadis itu mulai membuka hatinya padamu. Entah dia juga sedang galau. Tapi apapun dia masih milik laki- laki itu. Dan kamu tidak berhak mengganggunya. Aku tahu bagaimana kamu. Bagimu, pacaran, menikah adalah monogami. Hanya terjadi antara kamu dan pasanganmu. Aku tahu kamu. Seperti cinta Tuhan pada kita, setia tidak bercabang. Itulah kamu. Saat inipun, meskipun kamu sedang jatuh cinta, tapi aku yakin kamu manusia pemikir. Manusia ideal, yang tak mau salah langkah.

Pikirkan dulu saja dirimu. Ingat umurmu beranjak tua. Kamu mesti capai semua mimpimu. Lihatlah ibumu. Apa kamu tak iba melihatnya terus memikirkanmu?? Apakah kamu tak ingin menghadiahinya dengan kelegaan.Melihatmu survive dengan dirimu. Melihatmu dengan bangga karena kamu sudah bisa jadi laki- laki sejati. Cintamu juga layak kamu bagi untuk ibumu. sudah sepantasnya, mungkin itu yang utama. Galaumu akan berkurang jika mimpimu kamu kejar dan berikan pada ibumu. Kemudian baru kamu berikan pada gadis impianmu. Kamu bisa mendapat gadis idealmu, selagi kamu juga masih jadi laki- laki ideal.

Kelemahan laki- laki adalah daya tarik fisik. Libido, ektasi pembebasannya.Sensasinya memang nikmat. Namun jika untuk sesaat, untuk apa?? Tak ada untungnya. Dan aku percaya kamu bukan termasuk dari salah satu tipe laki- laki itu. Berjalanlah dengan senyum. Sebentar lagi kamu sampai. Mimpi hidupmu sudah dekat, berjalanlah fokus. Aku berdoa untukmu. Selalu.

Thursday, September 27, 2007

GADIS ITU LAYAK DIKAGUMI

Putih.Cantik.Sekilas kusempat melihat matanya. Wanita yang punya pendirian kuat. Namun lembut dan gampang tersentuh. Memperhatikan hal detail. Dan bicara selalu dengan hati dan pikiran. Bukan sekedar bibir dan mulut.Dan bentuk dahinya yang lebar menunjukkan dia wanita cerdas. Dan suka berpikir.

Sore itu aku sengaja menemanimu. Mendengarkan kegelisahanmu. Menyimak baik- baik kegundahanmu. Topik yang menarik untuk kita jadikan bahan diskusi. Apakah pikiran bisa menggiring seseorang yang kita angankan, masuk ke dalam realita. Dan aku jawab,
”Iya, aku percaya”.
Bukan hanya kamu yang mengalaminya. Aku juga. Pernah. Bahkan sering. Dan kamu berbinar- binar mengatakannya,
”Aku baru saja percaya itu benar”.

Kamu sengaja mengajakku, menikmati sajian musik kalangan elite tempo dulu. Jazz. Kebetulan aku suka. Sekaligus aku penasaran dengan gadis yang kamu ceritakan. Kamu selalu tertarik dengan gadis berkarakter. Bukan perempuan biasa- biasa. Aku tahu seleramu. Paling tidak, jika dia tidak cantik, dia pasti gadis cerdas, ramah sederhana dan teman bicara yang menyenangkan. Jika dia cantik, kamupun tetap memperhatikan kecantikan hati, dan kepribadiannya. Menurut kamu, gadis ini sempurna. Sayang dia punya pacar. Pacarnya juga tidak madesu sepertimu. Laki- laki yang sudah punya pekerjaan mapan. Kamu mengatakannya dengan nada pesimis.

Dan hanya dalam hitungan detik aku melihat gadis bernama sangat cantik itu. Kulihat sesuai dengan paras dan kepribadiannya. Biasanya tebakanku tentang seseorang selalu benar. Sayang aku hanya bicara singkat. Sampai aku juga lupa mengucapkan maaf padanya. Dia mengenaliku sebagai perempuan yang sempat masuk TV beberapa bulan lalu. Padahal, aku sudah tutupi poniku dengan topi hitam. Dan aku menyesal pulang tanpa sempat bicara lebih banyak dengannya.

Yah..kamu memang laki- laki paling setia yang pernah kukenal. Sekaligus laki- laki yang masih bertahan dengan idealismemu. Idealismemu juga yang membawamu dalam sebuah dilema pelik. Sebenarnya dengan gadis kacamata itu kamu sangat cocok. Kamu terlihat sangat serasi. Kalian sangat menyayangi.Namun, sebagai sahabatmu, aku tak tega melihatmu terbalut bimbang. Jubah yang kamu kenakan setiap kamu bersamanya. Dan kamu perlahan lepaskan jubah itu. Mekipun hatimu belum.

Dan tiba- tiba aku menangkap kebebasan sejatimu yang membawamu dalam sukacita luarbiasa. Aku melihatmu bahagia. Melihat matamu yang berbinar, sekaligus salah tingkah. Melihat malu- malu kucingmu bercerita tentang Andrea. Yah gadis yang lain. Yang sesungguhnya kamu kenal lama. Kamu hapal apa makanan kesukaannya. Makanan yang sama dengan yang kamu suka. Gadis yang nomor handphonenya sangat mirip dengan nomor handphonemu. Gadis yang membuatmu malu setengah mati, dan berpikir kamu keterlaluan,ketika mengomentari manusia sumbing penjual baju- baju sisa eksport. Gadis yang sama- sama suka cuci piring sendiri setelah makan. Gadis yang sangat istimewa karena keistimewaannya. Menurutku gadis itu sangat istimewa. Mampu membuatmu jatuh hati, tanpa syarat apapun.

Dan kamu bahagia mengatakan gadis itu sangat menarik. Dan kamu begitu bersemangat memperhatikan setiap detail yang ada padanya. Sampai kamu gelisah, merasa tak enak hati, karena kamu memperhatikannya sejak lama. Dan kamu merasa kamu berselingkuh. Aku takjub mendengarmu berkata begitu. Kamu berselingkuh?? Kapan?? Kamu hanya mengagguminya. Aku mentertawakan kebingunganmu, perasaan bersalahmu. Sungguh aku paham bagaimana kamu. Dan mungkin hanya kamu satu- satunya laki- laki yang merasa sangat bersalah walaupun hanya sekedar mengaggumi.

Aku bahagia melihatmu sore itu. Kamu terbawa gelombang lautan cintamu. Cinta yang sesungguhnya bersumber pada hatimu. Berapa kali kukatakan, cinta universal, tidak selalu diikat hubungan romantis. Namun caramu menggambarkan gadis itu dengan detail, bagiku sangat romantis. Sayang gadis itu sudah punya pacar. Dan, mungkin Cuma kamu laki- laki yang bisa mencintai tanpa syarat. Kamu tidak ngoyo mendapatkan gadis itu. Cukup menikmati segala kekagumanmu padanya. Itu saja. Dan aku melihatmu begitu bahagia. Begitu sukacita. Begitu penuh cinta. Begitu romantis. Ah...aku jadi berkhayal. Bagaimana jika gadis itu tahu. Dia pasti akan bangga. Ada laki- laki yang begitu memujanya diam- diam.

Aku kenal kamu bertahun- tahun. Tahu bagiamana kesetiaanmu. Bagiamana kamu menghargai perempuan. Memberi nilai. Dan kamu memang tak pernah salah meniliai. Gadis itu layak buat dikagumi. Sayang dia sudah punya pacar. Tapi kamu...sungguh tetap berbinar meskipun kamu tahu kondisinya. Artinya perasaan cintamu tulus. Tidak bersyarat. Aku percaya rasa cinta menular. Gadis itu penuh cinta. Dan auranya memancar jelas. Akibatnya kamu jatuh cinta. Cinta yang menurutku universal, tidak harus diikat dengan hubungan romantis. Kamu tahu mengapa kamu jadi seperti jatuh cinta. Dan kamu menganggap kekagumanmu seperti kamu sedang berselingkuh??

Melihat sekilas wajahnya, aku melihat aura terang seorang dewi penuh kasih. Matanya menatap dengan penuh cinta, meskipun terlihat dingin. Hatinya itu loh...selalu dibagi untuk sesamanya. Pikirannya selalu diisi dengan pengetahuan. Bukan sekedar memikirkan bagaimana aku tampil cantik dan sexy hari ini, seperti perempuan kebanyakan. Bibirnya mengucapkan kata yang berasal dari pikiran dan hatinya. Dan tangannya, aku yakin adalah tangan yang menyentuh yang tak tersentuh. Gadis itu layak kau kagumi. Mengapa??

Leganya aku, kamu hanya mengagguminya saja bisa sebahagia ini. Kamu bahkan tak bermimpi muluk- muluk. Aku sendiri yang gemas melihatmu. Seandainya saja kamu bisa membuang sedikit saja idealismu. Mengejar materi sedikit saja. Aku yakin kamu jadi lebih hebat. Sekarang saja kamu sudah hebat. Hebat bisa jadi laki- laki setia seperti kamu. Mungkin buat laki- laki lain, mengaggumi perempuan lain biasa- biasa saja. Tapi tidak dengan kamu.Dan hebatnya kamu, mencintai gadis itu tanpa syarat. Luarbiasa.

Sore beranjak malam. Suamiku menjemputku. Kita berpisah. Tapi aku yakin kamu akan menghubungiku lagi. Aku tahu kamu masih gelisah walaupun hanya mengingat namanya. Dan aku yakin besok dan besoknya lagi kamu akan datang padaku. Membagi ceritamu tentang Andrea. Gadis sempurna yang memang layak untuk dikagumi. Kutunggu

Sunday, September 16, 2007

DANTOW

Aku memang suka deket- deket dengan pria- pria belel, urakan, gak terurus, liar, independen. Namun yang hanya tampak luar saja. Sesungguhnya aku mengaggumi pria dari kepribadian dan karakater unik. Mengeja huruf penyusun naman Dantow..membuatku menangis, sesekali, dan berujung bahagia...

Dantow...ketemu tanpa kesan di tahun 98. Ketemu lagi di setting yang beda.Tahun 2002. Aku menemuimu di balik pintu. Setelah itu aku benar- benar tersedot auramu. Kita jadi begitu dekat.Sangat dekat, mendekat meski sumbatnya tebal.

Dari sekedar ngobrol tentang aktivitas demo, anak- anak pinggir kali code, tentang buku- buku sastra, tentang perbedaan agama yang mematikan cinta. Sampai- sampai kita terjebak dalam sebuah perasaan aneh, dan hubungan yang aneh. Pacaran tidak. Teman tapi mesra juga bukan. Kamu bahkan tak pernah menciumku, kamu juga tak pernah menggandengku, memelukku. Aku seperti bangkai buat laki- laki macam kamu. Tidak mengundang selera.

Dan aku lelah bermain- main dengan spekulasi perasaanku padamu. Aku ingin membebaskan perasaanku padamu, tanpa menyakitimu. Aku bunuh rasa kagumku. Aku bunuh kerinduanku. Aku bunuh bibit cintaku. Aku hanya tak mau menyakitimu.

Kamu pria terunik dalam hidupku. Sampai detik inipun kedekatan kita masih sama. Dan kita tak pernah takut tergoda untuk bercinta atau apapun sebangsanya. Kamu pria yang sangat menghargai wanita. Aku tahu itu. Meskipun gayamu samasekali tidak menunjukan begitu. Aku tahu kamu pria setia. Sangat setia....

Dan kamu juga yang menemukanku dengan dia, suamiku. Ah di coffe shoop hotel santika, kita bicara banyak. Aku mengantarmu pulang sampai lobi, dan ketemulah aku dengan pria yang akhirnya jadi suamiku. Kamu pria yang paling punya cerita dalam hdiupku.

Kita masih terus sama- sama. Aku tahu banyak tentang kamu. Kegelisahanmu. Idealismemu. Kekhawatiranmu. Pernikahan. Ketakutanmu. Sungguh aku juga sesungguhnya sama, hanya aku telanjur memutuskan menikah. Beruntungnya, aku dapat laki- laki yang tak pernah memberiku penjara .Itu alasanku bertahan. Selain aku telah dapat next me for d future. Anakku yang bright, beauty, talented. Gak mungkin beauty jika pusat spermanya tak punya wajah seganteng suamiku.Meskipun kamu juga tahu, aku banyak memendam kegelisahan.

Aku masih bisa sama kamu, duduk dalam satu ruang, membiarkanmu bikin kopi sendiri, menikmati apa yang aku masak hari ini, membebaskanmu buang angin di rumahku, memakai parfumku, berkaca, menemani anakku jalan- jalan. hgh... kesejatian sudah kita punya. Meski framenya hanya persahabatan. Tapi persahabatan yang wow....patut dapat award.

Coba lihat, adakah persahabatan sedekat kita dapat dipertanggungjawabkan secara moral?? Pada Tuhan. pada suamiku. pada pacarmu.Mungkin susah. Tapi kita benar- benar tidak pernah mengotorinya dengan sensasi selingkuh, dan hubungan badan . Pria luarbiasa kamu. Dan kita bisa saja threesome, waktu mabok tinggi sama Papank. Tapi...kita malah tidur masing- masing, dan aku asyik koprol bakar kalori sendiri.

Menyebut namamu, membangkitkan semangatku. Aku punya impian yang begitu banyak. Dan semua hanya bisa diamini oleh kamu. Kamu yang tak sekedar memandang nilai hidup dari materi. Kita masih asyik dengan label ideal people. Walau kadang kita berdua selalu berdoa yang sama, semoga kita cepat kaya. Hahaha....dan tujuan kita sama, membaginya ke yang masih kurang.

Dantow, pengagum ibunya. Wanita setia yang kuat, bahkan punya jiwa seluas samudera. dari sana kamu belajar kesetiaan dan kesabaran. Namun dari sana juga kamu jadi ketakutan dengan pengkhianatan cinta dan kepercayaan. Itulah yang membuatmu setia. Aku setuju- setuju saja kamu begitu, tapi aku tidak suka kamu jadi babu karena cinta, dan kompensasi.

Dantow..laki- laki merdeka. Aku yakin dia diberi Tuhan banyak nikmat dari seluruh tubuhnya. Semua yang ada pada tubuhmu bisa dijual. Dan mahal. Dan unik. Hanya dirimu yang masih menghambatnya sendiri. Sesungguhnya itu tambang emasmu. Cuma kamu terus menimbunnya dengan lumpur yang kamu gali sendiri.

Dan...aku masih punya mimpi, banyak mimpi bersamamu. Berekspresi. Bebaskan diri dari penjara label dan materialistis. Kita manusia cerdas. Kita masih punya obesesi membagi wacana bagi orang- orang yang pikirannya mulai terkontaminasi dengan hedonisme, ekstasi libido, pelegalan yang ilegal. Kita masih punya mimpi Dan..

Aku masih butuh kamu terus menemaniku.

PRIA ITU SETA

Hitam. Kurus. Gondrong. kacamata tebel. Kamu unik. Selalu belel, ketemu kamu pertama dengan pakaianmu yang serba item. Ternyata makin aku kenal kamu, kita jadi deket banget.

Kita sama- sama easy going ngejalani hidup. Aku masih inget motor kamu yang dimana- mana diiket rafia. Parah...tapi motor itu punya jasa besar buat kita yak. Masih inget, kita diliatin security gara- gara kamu cuma pake jeans pendek banget mirip celana dalam, tanpa baju. Itu kita masuk mall...dan buru- buru kita cari kaos buat ngilangin malu...sekaligus dinginnya AC yang bisa bikin kamu tambah kedinginan.

Banyak banget yang udah kita lakuin, sampe- sampe kita punya tempat favorit di pjok alun- alun, warung bakso deket penjara. Kadang aku masih suka keingetan ibu- ibu selalu nyangka kita pacaran. Hah....

Masih suka ketawa, kalau inget kejadian di kos Aan...diantara kantuk yang datang, setelah semalaman kita beresin proposal, di ujung subuh...ada cerita manis. Ups.....berlanjut ke tragedi lampu senter, sampe kita bela- belain jalan naik turun gunung cuma menuhin obsesi gila kita. Masih inget kita muter- muter cari sumbangan buku buat SD yang nyaris ambruk itu.Kita putuskan bermalam di sana, sampe subuh jari- jariku mati rasa kena lem yang kita pake buat ngelem label di buku-buku itu, entah berapa ratus. Dan...pagi yang indah...karena ada kamu disana.

Aku masih inget tiba- tiba kamu mencium keningku, aku kaget..bingung. Dan kamu cuma bilang...

"Aku bangga sama kamu"

Untuk apa kamu bangga padaku. Toh yang aku lakukan hanya membagai ceria buat anak- anak yang terpencil itu. Beruntung aku punya temen kamu, yang rela gak capek, naik turun gunung, nyeberang sungai, cuma untuk menemaniku ke sekolah itu. Kamu juga menemaniku memebagi ceria pada anak- anak itu.

Entahlah...mungkin jika pacar- pacar kita cemburu, sangat wajar. Karena kita tiba- tiba begitu dekat. Mereka takkan percaya sesungguhnya kamu pria yang sangat setia. Aku masih inget diary lecekmu..tulisan kamu untuk Rina. Meskipun aku tahu...sedikit perasaanmu padaku juga sudah mulai berkembang. Aku mencoba untuk membunuhnya. Siapa aku???

Dan aku menikah...kamu menikah. Dan aku punya anak, kamu punya anak. Dan kamu juga melarangku untuk menghubungi kamu lagi. Sampai kamu datang menenmuiku. Aku yang malah kaget, bingung. Dan kamu bilang...

"Hati yang membawaku datang temuin kamu lagi..."

Setelah itu kita jadi deket lagi. Hati memang mengalahkan rasio, dan akal sehat. Namun sungguh aku takut jika kamu tergoda lebih dalam padaku.Aku tau kamu pria baik, pria yang setia, bapak yang baik. Dan aku...

Aku support kamu dengan kehidupan barumu.Jangan pernah ragu datang padaku jika itu untuk anakmu....Hatiku juga tak bisa bohong, kamu pria unik yang tak mudah begitu saja kutepikan, apalagi kubuang jauh dari cerita hidupku.

Saturday, September 15, 2007

PRIA ITU DANIEL

Siska mengenalnya ketika ia masih jalan dengan Keiko. Daniel, pria paling romantis yang Siska kenal.
Daniel menyatakan cintanya pada Siska di tepi pantai. Daniel mengucapkannya dengan tangan menggenggan jemari Siska, lantas ia mengecup kening Siska.
Siska sesungguhnya mencintai pria itu, namun entah mengapa wanita lain dalam hidup Daniel begitu tidak suka dengan dirinya. Ibunya.
Daniel mengiriminya selembar surat setiap bulan, yang jumlah lembarnya bertambah sesuai dengan bulan mereka pacaran.
Daniel membacakan puisi Khalil Gibran tepat di ulang tahun Siska.Meski hanya lewat telephon. siska dibuatnya tak bisa tdiur malam itu.
Siska sesungguhnya menyimpan khayal yang tinggi. Seandainya saja tak ada larangan dari orangtua mereka berdua. Siska ingin mencintai Daniel seumur hidupnya.
Sampai suatu malam, Siska sangat terluka. Dia mendengar betapa tidak sukanya wanita itu padanya, lewat teman. siska bingung setengah mati, mencari alasan untuk meninggalkan Daniel, meskipun hatinya tak ingin. Kepala Siska dipenuhi bayangan kata kata Daniel padanya
,
"Jika aku besar, aku ingin bahagiain ibuku..aku ingin mengajaknya ke CORDOBA Sis.."

Siska tahu, Daniel sangat mencintai ibunya. Apakah adil jika ia harus bersaing mendapat hati Daniel. Siska sangat terluka. Dia mencoba menutup rapat lukanya. Meski ia bingung alasan apa yang tepat untuk disampaikannya pada Daniel.
Siska bahkan menulis surat putus untuk Daniel, dengan airmata yang tak pernah berhenti. Hatinya sangat sakit. Bagaimana tidak, mimpinya sudah tinggi ia gantungkan dengan Daniel. Cintanya sudah besar ia lekatkan pada nama itu. Dan tiba- tiba...Siska harus bisa membunuh secepatnya, semuanya, mimpinya, cintanya, angannya.

Daniel tidak tahu sesungguhnya alasan Siska hanyalah sekedar alasan. Meski sesudahnya ia memang mencoba menjalanakan apa yang menjadi alasan. Daniel masih mengiriminya 14 lembar kartu valentine. Siska bahagia luar biasa. Namun ketika sadar mereka bukan apa- apa lagi, hatinya hancur. Siska masih mencintai pria itu sampai ia memutuskan menerima laki- laki lain.

Bagaimana ia bisa bertahan untuk Daniel, tiba- tiba saja Siska mendengar Daniel meninggalkan Indonesia. Cita- citanya sekolah di luar negeri kesampaian. Siska juga mendengar Daniel telah memberikan cintanya pada gadis lain.Gadis yang diakuinya sahabat dekat Daniel, ketika dia masih jalan dengan Siska. Gadis yang membuatkan bintang untuk Daniel, dan bintang itu kado ulangtahun Siska.

Daniel tak pernah tahu, Siska sangat sedih medengarnya telah punya Lia. Siska bahkan berusaha menyadarkan dirinya. Lia lebih pantas untuk Daniel. Namun Siska masih sangsi, apakah Lia bisa sesetia dirinya mencintai Daniel. Siska yakin, hanya dia yang bisa setia mencintai Daniel. Hanya dia yang bisa.

Siska memilih melupakan Daniel, karena ia tidak mau bersaing dengan wanita yang telah melahirkan Daniel. Siska hanya ingin ibu Daniel tenang..tidak terganggu dan terusik oleh kehadirannya. Meskipun Siska sesungguhnya sakit hati.

Friday, September 14, 2007

MASTURBASI SIA-SIA

Indah suka pria hitam yang ada di depannya sekarang. Tubuh yang penuh gairah, membuatnya liar. Tubuh yang dingin menatapanya. Indah tak peduli apa responnya. Libidonya menjadi tinggi hanya dengan melihat bulu- bulu yang berserak di tubuh laki-laki itu.

Indah mencoba meluluhkan hati laki- laki itu. Dengan cinta tak ada hasilnya. Entah jika dengan dadanya yang indah. Dia meraih tangan laki- laki itu. Mengusapkannya ke dadanya. Memainkan jari- jari kekar itu ke ujung dadanya. Laki- laki itu masih dingin, meski bagian yang lain tidak.

Laki- laki itu mencoba menata hatinya. Baru sekali ini, dia tak minat. Meski dada gadis itu terlalu indah untuk dilewatkan. Hatinya sudah beku, dan dia berharap waktu cepat pergi membawa gadis itu.

Kebekuan itu membawa kekuatan beda. Indah semakin bergairah dengan fantasinya. Bibir itu tak mau berhenti menjelajahi setiap inci tubuh laki- laki itu. Nafasnya tersengal. Bagian itu sudah berubah dari ukuran aslinya. Namun laki- laki itu masih dingin dan beku. Seperti bangkai.

Indah melumatnya, menghisapnya, menjilatinya, merasakan sensasinya. Jari- jari kekar itu terus berpindah, dari dada ke bagian yang lain. Indah terus mendesah nikmat, laki- laki masih diam.

Indah menggelinjang dengan birahinya. Laki- laki masih beku dan diam. Bagian yang lembab dan basah itu seharusnya bisa memberinya nikmat. Namun hatinya terlanjur beku. Denyut- denyut kenikamatan teraba jelas. Namun laki – laki itu masih dingin. Kehangatan yang baru saja mengalir, tak mapu mencairkan hati laki- laki itu.
Indah wanita bodoh itu, seperti habis mastrubasi, meskipun bukan dengan jarinya sendiri, dia mendapat nikmat, namun setelahnya ia hanya sampah.

Laki- laki itu memunguti bajunya. Memakainya. Meninggalkan Indah sendiri. Wanita yang masturbasi dengan sia- sia.

Dedicated for Sonny.

YOU ARE THE SUPER WOMAN

If you want to talk confidential problem,share your strory , email me :
http://www.anastasia_ashanty@yahoo.com/.
http://www.ashanty.dk@gmail.com/

I will send you reply, and be your best partner to help you solve the problem, and give you a lot of tips that woman should know